Pembayaran Zakat

Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan mengenai zakat :

  1. Umum
    Tanya Jawab
    Apa Itu Zakat? Menurut istilah, Zakat adalah bagian dari harta dengan persyaratan tertentu yang diwajibkan Allah untuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula. (Sumber: Prof. DR. Didin Hafidhuddin, Msc dalam buku Zakat dalam Perekonomian Modern)
    Apa dasar hukum berzakat? Zakat hukumnya wajib bagi setiap muslim yang memiliki harta sampai pada nishabnya dan keberadaannya dianggap sebagai ma'luum min ad-diin bi adh-dharurah (diketahui secara otomatis adanya dan merupakan bagian mutlak dari keislaman seseorang).
    • "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji" (QS: Al Baqarah ayat 267)
    • "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS: At-Taubah ayat 103)
    Apa landasan kewajiban zakat?
    • As Sunnah, Rasulullah SAW bersabda "Islam dibangun atas lima rukun; syahadat tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad saw utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, menunaikan haji dan shaum Ramadhan" (HR. Bukhari dan Muslim).
    • Ijma, Para ulama salaf (terdahulu, klasik) ataupun kholaf (kontemporer) telah sepakat akan wajibnya zakat.
    Apa syarat harta yang wajib dikeluarkan zakatnya?
    • Sumber halal
    • Milik penuh
    • Berkembang
    • Cukup nishab
    • Bukan dari hutang
    • Surplus dari kebutuhan pokok
    • Berlaku satu tahun
    Apa syarat seseorang wajib berzakat?
    • Islam
    • Merdeka
    • Memiliki satu nishab dari salah satu jenis harta yg wajib dikenakan zakat.
    Siapa saja para mustahiq/orang yang berhak menerima zakat? Delapan golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 60:
    • Faqir
    • Miskin
    • Amil
    • Muallaf
    • Riqab
    • Gharim
    • Sabilillah
    • Ibnu Sabil
    Apa dasar Hukum dari pengesahan RZ sebagai Lembaga Amil Zakat? Sebagaimana tercantum dalam undang-undang RI No 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, dimana zakat dikelola oleh BAZNAS, dan dalam pelaksanannya dapat dibantu oleh lembaga amil zakat (LAZ) yang mendapatkan izin dari menteri atau pejabat yang ditunjuk menteri. Begitupun RZ yang telah mendapatkan pengesahan sebagai lembaga amil zakat (LAZ) berdasarkan keputusan Menteri Agama RI No 42 Tahun 2007 dan keputusan Menkumham RI No. C-1490.HT.01.02.TH 2006.

  2. Zakat Profesi/penghasilan
    Tanya Jawab
    Apakah zakat profesi itu? Zakat Profesi adalah zakat Penghasilan yang diperoleh seseorang atas jasa/pekerjaan (PNS, TNI-POLRI, Karyawan Swasta, Guru/Dosen, Dokter, dll) baik secara harian, bulanan atau tahunan yang telah sampai kadar nishabnya.
    Dalil:
    • Ayat-ayat Al-Qur'an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam QS. At-Taubah: 103, QS. Al-Baqarah: 267, dan QS.Adz-Zaariyat: 19, demikian pula penjelasan Nabi SAW yang bersifat umum terhadap zakat dari hasil usaha/profesi.
    • Riwayat Abu Ubaid: "Adalah Umar bin Abdul Aziz, memberi upah kepada pekerjanya dan mengambil zakatnya, dan apabila mengembalikan Al-Madholim (barang ghasab yang dikembalikan) diambil zakatnya, dan beliau juga mengambil zakat dari athoyat (gaji rutin) yang diberikan kepada yang menerimanya".
      • Nishab: Analogi nishabnya dengan hasil pertanian (653 kg gabah dan dikonversi ke makanan pokok/beras, dengan penyusutan 20% dari gabah) 520 kg beras berdasarkan qiyas atas kemiripan.
      • Haul: Setiap kali memperoleh harta dianalogikan dengan zakat pertanian.
      • Kadar: Sedangkan analogi kadar zakatnya dengan zakat emas 2,5 %.
    Dimana lokasi penyaluran dan siapa saja sasaran penerima manfaat dari Rumah Zakat? Menurut Yusuf Qordhowi, sangat dianjurkan untuk menghitung zakat dari pendapatan kasar (brutto), untuk lebih menjaga kehati-hatian. Terdapat 2 kaidah dalam menghitung zakat profesi
    1. Menghitung dari pendapatan kasar (brutto) :Besar Zakat yang dikeluarkan = Pendapatan total (keseluruhan) x 2,5 %
    2. Menghitung dari pendapatan bersih (netto)
      • Pendapatan wajib zakat = Pendapatan total - Pengeluaran perbulan*
      • Besar zakat yang harus dibayarkan = Pendapatan wajib zakat x 2,5 %
    3. Memiliki satu nishab dari salah satu jenis harta yg wajib dikenakan zakat.

    4. Keterangan:
      • Pengeluaran per bulan adalah pengeluaran kebutuhan primer (sandang, pangan,papan).
      • Pengeluaran perbulan termasuk : Pengeluaran diri , istri, 3 anak, orang tua dan Cicilan Rumah. Bila dia seorang istri, maka kebutuhan diri, 3 anak dan cicilan Rumah tidak termasuk dalam pengeluaran perbulan.

      contoh:
      Ahmad adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di Jakarta, mempunyai seorang istri dan dua anak yang masih kecil. Penghasilan bersih perbulan Rp.1.500.000,00.
      Bagaimana penghitungan zakatnya?
      • Nishab: 520 kg beras @ Rp. 2.000,00 = Rp.1.104.000,00.
      • Pemasukan Gaji Rp. 1.500.000,00/bulan, yang berarti sudah masuk Nishab.
      • Kadar zakat yang dibayar setiap bulan 2,5 % x Rp.1.500.000,00 = Rp. 37.500,00.
    Siapa saja para mustahiq/orang yang berhak menerima zakat? Penyaluran di Wilayah ICD (Integrated Community Development) binaan RZ yang tersebar di beberapa kota dari Aceh sampai Papua, antara lain:
    Aceh, Tangerang, Cikarang, Balikpapan, Medan, Cilegon, Surabaya, Samarinda, Padang, Bandung, Kediri, Pontianak, Pekanbaru, Cimahi, Malang, Banjarmasin, Batam, Bekasi, Yogyakarta, Makassar, Bandar Lampung, Depok, Solo, Jayapura, Jakarta, Bogor, Semarang.

    Sasaran penerima manfaat adalah masyarakat miskin yang menjadi binaan RZ dan masyarakat di Wilayah ICD.

  3. Mengenai Auto Debet iCard for Zakat & Infak
    Tanya Jawab
    Apakah yang dimaksud dengan Auto Debet iCard for Zakat & Infak?
    • Auto Debet iCard for Zakat & Infak, merupakan layanan transfer otomatis dengan mendebet sejumlah dana dari rekening Nasabah / Donatur dan selanjutnya mentransfer dana tersebut ke rekening Yayasan Rumah Zakat Indonesia di Danamon Syariah dengan tujuan infak atau zakat bulanan. Nasabah yang memiliki rekening tabungan Danamon dapat mengaktifkan fitur layanan Auto Debet iCard melalui rekeningnya.
    • Apabila donatur iCard yang melakukan Infak meninggal dunia, amalnya akan terus berlanjut melalui santunan sebesar 1200 kali (100 Tahun) nilai Infak bulanan, bila meninggal karena kecelakaan, atau 120 kali (10 Tahun) nilai Infak bulanan, bila meninggal karena sebab lainnya.
    • Apabila donatur iCard yang melakukan zakat meninggal dunia, amalnya akan terus berlanjut melalui Wasiat Klaim, sebesar hingga 100x dari zakat rata - rata tiap bulannya.
    Apakah yang dimaksud dengan Wasiat Klaim?
    • Wasiat klaim yaitu Santunan Asuransi Kecelakaan Diri & Meninggal Dunia Wajar donatur iCard yang di wasiatkan kepada Rumah Zakat untuk dikelola dananya bagi kemaslahatan umat.
    • Amal Wasiat Klaim tersebut akan di wakafkan melalui RZ, sehingga amal ibadah donatur terus bergulir sepanjang masa.
To find out more, contact
Hello Danamon
contact